Selasa, 27 September 2011

Dari Khawarij Ke Wahabi Dan Teror Bom

“Fanaticism obliterates the feelings of humanity.”
“Fanatisme menghapus rasa kemanusiaan.”
~ Edward Gibbon~
Mendengar atau melihat perkembangan keamanan di Irak takkan pernah menentramkan hati siapa pun yang mempunyai kalbu yang masih berfungsi. Pembantaian Al-Qaeda atas orang-orang sipil yang sudah berjumlah ribuan itu tampaknya belum juga memuaskan hati orang-orang Al-Qaeda yang memang tidak mempunyai hati sama sekali. Pada hari Rabu tanggal 13 Juni 2007 yang lalu kelompok teroris ini, kembali beraksi memasuki Haram setelah membunuh penjaga Haram, mereka mulai menempatkan bom di kedua menara Haram. Menit pertama mereka meratakan dengan tanah menara di samping kiri dan lima menit kemudian meledakkan menara sebelah kanan sehingga tinggal separuhnya. Begitu juga atap Sardab akhirnya rata dengan tanah. Tempat ziarah kaum Syiah di Irak menjadi sasaran kaum biadab Neo Khawarijisme ini. Sebenarnya apa sih Khawarijisme itu?
APA ITU KHAWARIJISME?
Baca Artikel lain tentang Khawarij dan Wahabi :
Khawarij adalah istilah yang diambil dari kata di dalam bahasa Arab yang berarti ”orang-orang yang keluar (kharaja) dari jama’ah kaum Muslim.” Kaum khawarij keluar dari mayoritas kaum Muslim karena menganggap mayoritas kaum Muslim telah keluar dari jalan kebenaran. Dengan dasar anggapan ini pula mereka tidak segan-segan membunuh kaum Muslim yang bukan golongan mereka. Siapa pun yang bukan golongan mereka, mereka anggap telah kafir. Siapa pun yang melakukan dosa besar, bid;ah misalnya, maka dia telah kafir. Ciri takfiriyah (pengkafiran) ini membuat kelompok Khawarij sama dengan kelompok Wahabi (Salafy) yang senang menyesatkan seluruh umat Islam selain diri mereka sendiri. Dengan mengusung ideologi anti bid’ah, kurafat dsb, kelompok Wahaby atau Salafy telah menganggap kaum Muslim lainnya sebagai orang-orang sesat. Mereka telah menyesatkan kelompok Ikhwan al-Muslimun, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, Kaum Sufi, Syiah, dan mayoritas Muslim di Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mereka menyesatkan hampir seluruh kaum Muslim dan mendeklarasikan bahwa hanya merekalah yang sebenarnya Ahlus Sunnah sejati! 1]
Yang menarik adalah mereka menolak disebut berpaham seperti Khawarij. Mereka menulis khusus tentang Khawarij, padahal sikap, tindakan dan karakteristik mereka sama dengan karakteristik kaum Khawarij yang mereka tulis sendiri. Anda bisa membaca buku-buku mereka dengan mendownloadnya!
KAPAN MULAI MUNCUL KAUM KHAWARIJ?
Banyak orang berpendapat bahwa kaum Khawarij muncul pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Saya kurang sependapat, karena beberapa hadis menyatakan bahwa pada masa Rasulullah Saw masih hidup, orang-orang Khawarij sudah muncul walaupun jumlah mereka masih sedikit.
Di dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa ia berkata : Seseorang datang kepada Rasulullah Saw di Ji’ranah, sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak lalu Rasulullah mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: “Hai Muhammad! Berlaku adil-lah!” Rasulullah Saw bersabda, “Siapa lagi yang dapat bertindak adil, jika aku tidak berlaku adil? Engkau pasti akan rugi jika aku tidak berlaku adil!” Lalu Umar bin Khaththab berkata, “Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah!” Nabi bersabda, “Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca al-Quran, namun tidak melampaui tenggorokkan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya.” 2] Ulama Ahlus Sunnah banyak yang sepakat bahwa orang yang menegur Rasulullah Saw saat itu bernama : Dzul Khuwaishirah. Dialah salah seorang pentolan kaum Khawarij.
DARI KHAWARIJ KE WAHABI SALAFY
Masih di dalam Shahih Bukhari dan Muslim, sebuah hadis menyebutkan bahwa Yusair bin Amru berkata, “Saya berkata kepada Sahl bin Hunaif, “Apakah engkau pernah mendengar Nabi Saw menyebut-nyebut Khawarij?” Sahl menjawab, “Aku mendengar hal itu dari beliau, Rasulullah Saw menunjuk ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca al-Quran dengan lisan mereka, akan tetapi tidak melampaui tenggorokkan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya.” 2] Beberapa ulama Ahlus Sunnah seperti Al-Qasthalani dalam mengomentari hadis diatas mengatakan: “Dari belahan bumi sebelah timur” yaitu dari arah timur kota Madinah yang di antaranya adalah daerah Najd. 3] Syekh Hisyam Kabbani mengatakan bahwa Muhammad Ibn Abdul Wahab, pendiri kaum Wahabi lahir di wilayah Arab bagian timur, yaitu Najd. Di sanalah banyak tinggal orang-orang Badui yang nomaden, kurang berpendidikan, sehingga cenderung berpikir sederhana. Sementara itu di dalam hadis lainnya disebutkan, dalam menjawab perihal kota al-Najd: “Di sana terdapat berbagai goncangan, dan dari sana pula muncul banyak fitnah”. 4]
Atau dalam ungkapan lain yang menyebutkan: “Disana (al-Najd) akan muncul qarn setan”. Dalam kamus bahasa Arab, kata “qarn” juga bisa berartikan tanduk. Beberapa ulama mengartikan qarn setan sebagai tanduk setan, atau tempat awal munculnya fitnah. Sedangkan kita mengetahui bahwa kota Najd adalah tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahab al-Najdi, pendiri Wahabisme. Dari kota Al-Najd (Saudi Arabia) inilah pemikiran Wahabisme disebarluaskan dan diekspor ke segala penjuru dunia, termasuk Indonesia.
APA CIRI-CIRI KAUM KHAWARIJ?
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib telah berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. Bersabda, “Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Al-Quran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kari kiamat. 5]

Di dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhani bahwa di dalam pasukan Ali bin Abi Thalib terdapat orang-orang yang membelot, maka Ali pun berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Wahai Manusia! Sekelompok orang dari pengikutku telah membelot. Mereka membaca al-Quran. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibanding bacaan mereka. Shalat kalian kalian pun tidak ada apa-apanya dibanding shalat mereka; bahkan puasa kalian pun tidak ada apa-apanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al-Quran dan menganggap bahwa pahala (hanya) milik mereka dan siksa menjadi miliki kalian. Shalat mereka pun tidak sampai tenggorokkan meeka (tidak bermanfaat). Mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panah. Kalau diketahui adanya pasukan yang di dalamnya ada orang-orang yang beramal tidak sesuai dengan ucapan Nabi, janganlah kalian merasa berat untuk bertindak. Tanda-tandanya adalah bahwa di antara mereka itu terdapat seorang laki-laki yang berpundak besar dan berlengan pendek. Di antara pundaknya ada semacam punuk dan dia berambut putih.

Kalian akan lari meninggalkan mereka untuk bergabung dengan Muawiyyah dan orang-orang Syam. Mereka akan membunuh anak-anakmu dan menjarah harta kekayaanmu. Demi Allah, aku berharap, bila meeka muncul, maka bergeraklah kalian dengan nama Allah, karena mereka itu MEMBUNUH dan MERAMPOK orang banyak.” 6]
Sahabat Ibnu Abbas ketika menjelaskan tentang kaum Khawarij mengatakan, “Pakaian mereka kasar dan sangat sederhana (mereka salah memahami konsep Zuhud sehingga mereka enggan berpakaian bagus), muka mereka pucat (karena kurang tidur, setiap malam meeka melakukan tahajjud), kening mereka menghitam seperti lutut kambing (karena sujud mereka yg amat lama. Ini pun karena pemahaman mereka yang serba literal terhadap al-Quran 7] ), tapak tangan & kaki mereka keras (karena beribadah siang dan malam), dan bacaan Qur’annya sangat lama. Tapi bacaan Qur’an mereka itu hanya sampai ditenggorokannya (tidak sampai ke hati) dan mereka lepas dari Islam seperti anak panah lepas dari busurnya.”

Dari hadis-hadis di atas, kita bisa meringkas karakteristik kaum Khawarij yang antara lain :
1. Pengikut mereka kebanyakan adalah kaum muda yang berpikiran sempit, jumud, dan kurang cerdas. Pemahaman mereka sangat dangkal terhadap Al-Quran dan Sunnah. Di dalam sebuah riwayat, ketika Imam Ali as meminta Ibnu Abbas berunding dengan kaum Khawarij, beliau menyuruh Ibnu Abbas untuk tidak berargumen dengan al-Quran, karena pemahaman mereka yang sangat dangkal dan mentah. Imam Ali as menyarankan agar Ibnu Abbas menggunakan argumen dengan hadis-hadis Nabi Saw, karena mereka memang buta dengan Sunnah Rasul Saw.

2. Mengutamakan ibadah-ibadah ritual (mahdhah) tapi melupakan ibadah-ibadah sosial (muamalah). Itu sebabnya mereka cenderung berprasangka buruk terhadap kaum Muslim. Bahkan di dalam sejarah mereka menghalalkan darah Imam Ali dan salah seorang dari mereka (Ibn Muljam laknatullah) membunuh beliau saat sedang shalat Subuh.

3. Mereka sangat mudah mengkafirkan orang yang bukan golongan mereka, bersikap keras terhadap kaum Muslim, bahkan Anda lihat terhadap Rasulullah Saw pun mereka bersikap kasar. Dengan senang hati mereka membunuhi kaum Muslim tanpa merasa bersalah, bahkan merasa mendapat pahala atas tindakan-tindakan keji mereka.
Denis Diderot mengatakan, “From fanaticism to barbarism is only one step.” Dari fanatisme ke barbarisme hanya tinggal satu langkah lagi.

4. Bacaan Quran mereka bagus, tetapi pemahaman mereka terhadap Quran sangatlah dangkal. Jika mereka berbicara, mereka menampakkan diri seolah-olah mereka adalah orang yang tawadlu’, shalih dan bertaqwa, padahal mereka adalah sejahat-jahatnya manusia.
Beberapa waktu berselang kita mendengar berita tentang penculikan dan pembunuhan terhadap orang-orang Korsel yang dilakukan oleh Taliban. Tidak seorang pun yang meragukan bahwa kelompok Taliban memiliki hubungan yang tak terpisahkan dangan Al-Qaeda. Dan kita semua tahu bahwa Al-Qaeda yang pada awalnya dipimpin oleh Osama bin Laden, yang notabene adalah saudagar kaya kerabat pangeran dan raja Saudi Arabia.
Jadi tidak ada sedikit pun keraguan bahwa pemikiran kelompok Taliban adalah Wahabi, yang menjadi mazhab resmi Kerajaan Saudi Arabia.
Pembunuhan yang dilakukan oleh Taliban ini sangat mengejutkan sebagian orang, terutama kaum Muslim sendiri. Banyak orang Muslim yang tidak percaya bahwa orang-orang Taliban yang mengaku Muslim ini berlaku brutal dan keji.
Tentu saja tindakan mereka membuat senang orang-orang yang membenci Islam, seperti AS dan Zionis Israel. Kejadian ini menjadi pembenaran bagi mereka, bahwa Islam memang tyidak bisa dipisahkan dengan kekerasan.
Namun jika kita bersedia menyediakan sedikit waktu untuk menilik pemikiran Islam yang seperti apa yang dianut oleh kaum Taliban, pastilah kita akan memahami mengapa hal-hal seperti itu bisa terjadi.
SIAPA SEBENARNYA KAUM KHAWARIJ INI?
Darimana mulai munculnya pemikiran Khawarijisme ini?
Pada tulisan pertema saya, sudah saya informasikan beberapa data tentang awal munculnya pemikiran Wahabi. Pada bagian kedua ini, saya hanya akan memperkuat dan melengkapi data-data sebelumnya. Berikut ini data-data yang bisa saya informasikan ke Anda.
Di dalam Kitab Syarah Shahih Muslim yang ditulis oleh Nawawi, diriwayatkan sebuah hadis oleh Abi Said al-Khudri, bahwa ia berkata : “Ali bin Abi Thalib, ketika berada di Yaman, mengirim sekantong bubuk emas kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw membagikannya kepada 4 kelompok orang : kelompok al-Aqra ibn Hābis, kelompok Uyainah ibn Badr al-Fazari, kelompok ‘Alqamah ibn ‘Alatsah al-‘Amiri dan salah satu dari kelompok Bani Kilab. Kemudian sisanya beliau berikan kepada Zaid al-Khair al-Tha’i dan salah seorang Bani Nabhan.
Melihat (pembagian) itu orang-orang Quraisy marah dan berkata kepada Rasulullah Saw : “Bagaimana mungkin Anda memberikannya kepada kelompok dari Najd dengan membiarkan kami (tanpa bagian)?”
Mendengar protes itu, Rasulullah Saw menjawab : “Aku lakukan ini untuk melembutkan (ta’lif) hati mereka.”
Tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan jenggot tak terurus, pipi tembem, mata yang menonjol keluar, dan berkepala botak menemui Rasulullah Saw seraya berkata : “Takutlah kepada Allah, hai Muhammad!”
Rasulullah Saw pun menjawab “Siapa lagi yang akan taat kepada Allah kalau aku sendiri berbuat maksiat kepada-Nya?”
Orang itu lalu meninggalkan Nabi Saw. Melihat kejadian ini seorang laki-laki (sebagian orang mengatakan Khalid bin Walid) meminta izin kepada Nabi Saw untuk membunuhnya. Namun Rasulullah Saw berkata : “Dari keturunan orang ini akan muncul satu kaum yang membaca Al-Quran, tetapi bacaan mereka tidak sampai tenggorokkan mereka. Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka terlepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya. Seandainya kelak aku bertemu mereka, niscaya aku akan membunuh mereka sebagaimana dibunuhnya kaum ‘Ad…” 1]
Dengan sedikit keraguan, Khālid ibn al-Walīd bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, orang ini memiliki semua bekas [atsar] dari ibadah-ibadah sunnahnya: matanya merah karena banyak menangis, wajahnya memiliki dua garis di atas pipinya bekas airmata yang selalu mengalir, kakinya bengkak karena lama berdiri sepanjang malam (tahajjud) dan janggut mereka pun lebat…”
Rasulullah Saw menjawab : camkan makna ayat ini : qul in’kuntum tuhib’būnallāh fattabi’unī – “Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 2]
Khalid bin Walid bertanya, “Bagaimana caranya ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, ‘Jadilah orang yang ramah seperti aku, bersikaplah penuh kasih, cintai orang-orang miskin dan papa, bersikaplah lemah-lembut, penuh perhatian dan cintai saudara-saudaramu dan jadilah pelindung bagi mereka.” 3]
Diriwayatkan bahwa 3 orang Khawarij, Abdur-Rahman ibn Muljam, al-Burak ibn Abdilaah dan Amr ibn Bakr at-Tamīmī, berkumpul di Makkah dan berikrar untuk membunuh Imam Alī (as), Muawiyyah dan Amr bin Ash. Mereka sepakat untuk melakukannya pada malam ke-19 Ramadhan. Ibn Muljam sudah lebih dulu berada di masjid ketika Imam Ali datang untuk melaksanakan shalat subuh. Ibn Muljam menunggu saat yang tepat untuk dapat membunuh orang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya ini. Saat Imam Ali hendak beranjak dari posisi sujudnya, lelaki terkutuk itu menetekkan pedangnya ke kepala dan leher Imam. Dua hari kemudian, Imam Ali as menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Inilah salah satu dari sekian banyak amalan buruk kaum Khawarij!
Tidak berhenti di sini, kaum Khawarij terus melanjutkan permusuhan sengitnya terhadap Ahlul Bait Nabi dan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Ketika Imam Hasan as terpaksa melakukan perdamaian dengan Muawiyah, seorang Khawarij yang bernama al-Jarrah ibn Sinān bangkit menentang keputusan Imam Hasan as. Lelaki durjana ini berkata kepada Imam Hasan as: “Anda telah melakukan syirik sama seperti yang ayah Anda lakukan!” Kemudian menikam paha Imam Hasan as dengan brutal. 4]
[Jika kita mencermati pernyataan kaum Khawarij ini, pasti kita akan teringat pola-pola dakwah kaum Wahabi yang selalu menggunakan salah satu “senjata” mereka yaitu tuduhan syirik kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.]
Selama masa kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbas, kaum Khawarij terus melanjutkan TEROR-nya, dengan membantai kaum Muslim tak bersalah. Mereka tidak memandang bulu, kaum perempuan dan anak-anak turut menjadi sasaran kebengisan mereka.
Walau pun pada akhir Dinasti Abbasiyyah mereka berhasil ditumpas, namun pengikut-pengikut mereka menyebar ke berbagai negeri. Dari sisa-sisa pengikut mereka inilah muncul sekte-sekte Khawarij seperti : Al-Ajaridah, Al-Azariqah, Al-Najadat, Al-Shafariyyah dan Al-Ibadhiyyah.
Pada tahun 1115H/1703M, lahirlah seorang laki-laki bernama Muhammad ibn `Abdul Wahhāb at-Tamīmī al-Najdi, yang menurut Shaykh Seraj Hendricks, adalah keturunan Dhul-Khuwaisarah at-Tamīmī al-Najdi, gembong kaum Khawarij. 5]
Lelaki badui ini mempengaruhi banyak orang-orang Arab badui yang tinggal disekitar Najd. Walau pun ayah dan kakak kandungnya menetang pemikirannya yang ganjil dan berbeda dengan paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dia tak putus asa terus melanjutkan misi dan hasutan jahatnya untuk memberontak kepada Kekhalifahan Ottoman. Dengan bantuan kolonial Inggeris, lelaki ini akhirnya mendapatkan kedudukkan duniawi bersama Raja Saud mendirikan Kerajaan Saudi Arabia. Dan dengan mulus, Inggeris pun berhasil menjajah Timur Tengah.

Catatan Kaki-1:
1. Lihat di salah satu situs resmi mereka : http://www.almanhaj.or.id/index.php. Anda bisa memperoleh e-book secara gratis yang isinya kebanyakan adalah penyesatan atas kaum Muslim lainnya seperti yang telah saya sebut di atas.
2. Shahih Bukhari, Bab Khumus, Hadis no. 2905.
- Sahih Muslim, Bab Zakat, Hadis no. 1761.
- Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, hadis no. 168.
- Ahmad bin Hanbal, Musnan Bagian 3, hlm. 332, 353, 354.
3. Irsyad as-Saari Jil:15 Hal:6264. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid: 2 halaman:81 atau jilid: 4 halaman: 5; Syaikh Hisyam Kabbani, The Approaching to Armageddon, diambil dari http://mevlanasufi.blogspot.com
4. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid: 2 halaman:81 atau jilid: 4 halaman: 5
5. Shahih Muslim, hadis no: 1771
6. Dr. Amir Al-Najar, Aliran Khawarij, hlm. 40, Cet. I, Penerbit Lentera, 1993.
7. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (min atsari sujud)….” (QS Al-Fath [48] ayat 29). Kaum Khawarij memahami maksud “bekas sujud” ini adalah hitamnya kening karena kening yang terlalu lama ditekan sehingga kulit kening menjadi hitam dan mengeras. Jika kita perhatikan apa yang dikatakan oleh sahabat Ibnu Abbas, kita bisa memahami bahwa para sahabat Rasulullah Saw termasuk Ibnu Abbas tidak mempunyai ciri dengan kening hitam seperti yang dimiliki oleh kaum Khawarij. Sebab jika Ibnu abbas mempunyai ciri yang seperti ini, pastilah beliau tidak menyebutkan karakteristik kening hitam ini. Memang, seperti kaum Wahabi dan Salafy, mereka adalah orang-orang yang memahami al-Quran dengan pemahaman literal atau tekstual.
Catatan Kaki-2:
1] Al-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, Jil. 17, hadis no. 171. Dan Sunan Abu Dawud Jil. 4, hadis no. 44 dan 4768. Sebagaian hadis ini juga diriwayatkan Bukhari dengan lafadz yang berbeda di dalam Shahih Bukhari Jil. 4, hadis no. . 160; Jil. 9 hadis no. 15) Beberapa riwayat lainnya menyebutkan bahwa lelaki badui yang bersikap kasar kepada Rasulullah saw ini bernama : Dzul-Khuwaisarah at-Tamīmī, badui sok pintar ini adalah orang Khawarij pertama yang hidup pada masa Rasulullah Saw.
Jika kita cermati hadis ini, insya Allah kita akan menemukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan karakteristik Khawarijisme. Antara lain bisa kita sebutkan :
a.. Orang Khawarij cenderung sok pintar, suka sembarang protes tanpa argumen atau hujjah yang kuat (qath’iy)
b. Mereka gemar membaca al-Quran tetapi hanya sebatas membaca tanpa memahami maksud dan isi Al-Quran itu sendiri. Hal ini bisa dipahami karena mereka memahami Al-Quran sebatas teks yang tersurat saja (zhahiri). Mereka menolak pemahaman Al-Quran yang tersirat (batini). Sebenarnya hal ini bisa dipahami jika dilihat dari latar belakang kaum Khawarij yang hampir semuanya adalah kaum Arab Badui (nomaden) dan sudah banyak diketahui orang bahwa orang-orang Arab Badui ini adalah orang-orang yang cenderung berpikir sederhana, tidak cerdas, malas berkutat dengan pemikiran-pemikiran mendalam (filsafat, misalnya), dan sikap serta karakter mereka yang selalu kasar. Banyak hadis-hadis Nabi Saw yang mencatat perilaku mereka yang seperti itu. Dan saat ini pun bisa kita lihat dari kebanyakan orang-orang Saudi yang notabene adalah kaum Arab Badui juga memiliki karakter yang sama seperti itu.
c. Mereka bersikap eksklusif dan tidak toleran terhadap pemikiran orang lain yang berbeda dengan pemikiran mereka.
d. Mereka biasa melakukan kebohongan dan penipuan di dalam menggunakan ayat-ayat Quran dan hadis. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan buktikan kebohongan dan tipuan-tipuan murahan mereka kepada Anda!
e. Karakter-karakter lainnya sudah saya sebutkan pada tulisan yang sama pada artikel bagian pertama.
2] QS Ali Imaran [3] ayat 31
3] Jika Anda perhatikan sifat-sifat ini, niscaya Anda akan semakin memahami bahwa sifat-sifat ini tidak ada pada kaum Khawarij dan Wahabi. Kaum Khawarij dan Wahabi justru memiliki sifat dan karakter yang bertentangan dengan apa yang disebut Nabi Saw kepada Khalid bin Walid di atas. Umumnya mereka tidak ramah, penuh kebencian, tidak peduli kepada orang-orang miskin. Jika peduli pun mereka punya kepentingan tertentu untuk mencapai tujuan mereka. Sikap mereka kasar. (Lihat saja sikap askar-askar di Makkah dan Madinah!), tidak punya perhatian dan kecintaan kepada kaum Muslim lainnya.
4] Shaykh Seraj Hendricks, The Kharijites and Their Iimpact on Contemporary Islam.
5] Baca artikel saya “Dari Khawarij Sampai ke Terorisme”

About Bambang Fahil
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. A die shopuf pogest concludi cum administrasset slushie intus calidum brioche.
Follow me @Bloggertheme9
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

Text Widget

Recent news

About Us

© 2014 Al-Zaytun Blog. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top